Musik selalu menjadi bagian penting dalam hidup saya. Sejak kecil, saya tumbuh di lingkungan yang penuh dengan melodi dan ritme. Keluarga saya sangat menghargai seni, terutama musik. Ibu saya seorang penyanyi amatir, dan ayah saya memiliki koleksi vinyl yang luar biasa. Namun, di balik semua keindahan tersebut, proses belajar musik tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya rasanya menyebalkan dan frustasi.
Di usia 12 tahun, saat teman-teman sebaya saya mulai bermain alat musik, saya pun terpanggil untuk mengambil gitar dari lemari. Saat itu adalah musim panas di kota kecil kami. Saya ingat dengan jelas bagaimana suara senar pertama kali meluncur dari jari-jari kaku ini – rasanya sekaligus memuaskan dan menyakitkan.
Tetapi ketika pelajaran pertama dimulai dengan guru musik lokal di sebuah studio kecil dekat rumah, semuanya berubah drastis. Dia memberikan saya dua akor dasar: C dan G7. “Kamu bisa memainkan banyak lagu hanya dengan dua akor ini,” katanya sambil tersenyum lebar.
Saya ingat menghabiskan berjam-jam mencoba memadukan kedua akor tersebut, tetapi tetap saja bunyinya tidak seperti yang ada di kepala saya. Rasa frustasi mulai merayapi diri: mengapa sulit sekali? Saya merasa tidak sebanding dengan teman-teman yang tampak lebih berbakat daripada diri sendiri.
Pada titik ini, semangat belajar mulai goyah. Ada satu malam tertentu ketika jari-jari saya sangat sakit setelah berlatih selama berjam-jam; tangan kanan terasa kaku karena harus terus berpindah-pindah posisi senar tanpa hasil memuaskan. Dalam keadaan putus asa itu, suara internal saya berkata: “Mungkin ini bukan untukmu.” Dengan rasa frustrasi yang mendalam, pilihan untuk menyerah terasa semakin menggoda.
Namun kemudian datang sebuah momen reflektif ketika melihat video live performance seorang musisi favorit—John Mayer—dengan petikan gitarnya yang penuh emosi memukau penonton malam itu. Seketika hati ini tergerak kembali; bukankah semua musisi hebat juga melalui fase kesulitan seperti ini? Itu adalah panggilan bagi diri untuk bertahan!
Dari sana muncul tekad baru dalam diri untuk tidak menyerah begitu saja pada frustrasi belajar musik itu! Setiap sore selepas sekolah hingga menjelang malam adalah waktu latihan rutin tanpa henti meskipun masih ada kesalahan dalam permainan gitar itu sendiri.
Saya juga mencoba belajar dari berbagai sumber online—video tutorial YouTube hingga forum komunitas musisi amatir seperti musicandwanderlust. Di sana terkumpul banyak pengalaman berbagi para musisi tentang cara mereka melewati masa-masa sulit dalam proses belajar mereka sendiri.
Akhirnya setelah beberapa bulan penuh perjuangan dan tekad tersebut, pada suatu sore dengan suasana mendung namun menenangkan; saat jari-jemari sudah lebih lincah menggesek senar-senar gitar menjadi harmoni harmonis! Itulah saat pertunjukan pertama kali terjadi; hanya tampil di depan keluarga tetapi memberikan rasa bangga tak terhingga bagi diri sendiri!
Momen itulah yang membuktikan bahwa setiap ketidaknyamanan saat belajar memiliki tujuan positif jika kita mau bertahan melewatinya bersama ketekunan dan semangat juang.
Bisa dibilang perjalanan belajar musik memang sarat akan tantangan emosional! Ada hari-hari ketika motivasi mencuat tinggi seolah bintang terang bersinar di langit malam atau harapan surut bak sinar matahari pagi tertutup awan gelap. Namun setiap tantangan tersebut membentuk karakter kita sebagai musisi maupun pribadi secara utuh!
Apa lesson learned-nya? Jangan pernah ragu menghadapi tantangan! Dalam setiap nada indah terdapat seribu perjuangan tersembunyi—seperti halnya kehidupan kita sehari-hari—yang mendorong kita berkembang lebih baik lagi kedepannya!
Slot telah berkembang menjadi instrumen hiburan digital yang sangat populer di Indonesia, memicu munculnya ribuan…
Menjelajahi dunia di tahun 2026 bukan hanya soal berpindah dari satu koordinat ke koordinat lain.…
Dunia digital saat ini menawarkan kebebasan yang sama besarnya dengan melakukan perjalanan keliling dunia atau…
Sejak dahulu, manusia selalu mencari cara untuk mengisi waktu luang. Dari permainan tradisional di lingkungan…
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara penggemar menikmati sepak bola. Jika dulu informasi hanya didapat…
Keinginan manusia untuk mencapai hasil maksimal dengan usaha minimal adalah sifat dasar yang telah ada…